Nggak perlu terbang jauh ke Selandia Baru untuk merasakan suasana hutan ala film fantasi — cukup datang ke De Djawatan, hutan trembesi tua di Banyuwangi yang kerap disebut mirip lokasi syuting The Lord of the Rings.
Awalnya hanya tempat penimbunan kayu jati peninggalan Belanda, kini De Djawatan jadi salah satu destinasi paling ikonik di Banyuwangi setelah viral sekitar tahun 2017. Pohon-pohon trembesi raksasa yang berusia lebih dari 100 tahun menciptakan suasana magis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Ratusan Pohon Trembesi Raksasa Berusia Satu Abad
Di lahan seluas sekitar 6 hektare ini, terdapat lebih dari 800 pohon trembesi berukuran besar dengan bentuk menyerupai payung atau kanopi yang melebar. Hampir seluruh batang dan dahannya tertutup tanaman epifit dan pakis, memberi kesan hutan purba yang penuh misteri.
Yang bikin De Djawatan spesial adalah:
- Ratusan pohon trembesi raksasa — usianya lebih dari 100 tahun dengan bentuk kanopi yang unik
- Suasana ala hutan fantasi — sering disamakan dengan lokasi syuting The Lord of the Rings
- Cahaya matahari menembus kanopi — menciptakan efek pencahayaan dramatis, favorit fotografer
- Akses mudah dari jalan utama — tidak perlu trekking jauh untuk menikmati keindahannya
Aktivitas Seru di De Djawatan
1. Berfoto di Antara Pohon Raksasa
Aktivitas utama yang jadi daya tarik wisatawan, dengan latar akar-akar besar dan kanopi trembesi yang dramatis, terutama saat cahaya matahari menembus sela-sela dedaunan.
2. Naik Delman Keliling Hutan
Tersedia delman wisata untuk mengelilingi kawasan hutan dengan cara yang lebih santai, cocok untuk yang tidak ingin berjalan kaki terlalu jauh.
3. Naik Kuda atau ATV
Bagi yang ingin sensasi lebih seru, tersedia penyewaan kuda tunggang dan ATV, terutama favorit untuk pengunjung anak-anak.
4. Menikmati Kuliner Lokal di Warung Sekitar
Setelah puas berkeliling, wisatawan bisa singgah ke warung sederhana di dalam kawasan yang menyediakan menu khas Banyuwangi.
Akses dan Lokasi
De Djawatan berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, sekitar 45 km atau 30-60 menit berkendara ke arah barat dari pusat Kota Banyuwangi. Pintu masuknya berada di gang sebelah utara sebuah masjid di sisi jalan utama, sehingga disarankan menggunakan penunjuk arah online agar tidak salah jalur.
Lokasi: Purwosari, Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Harga Tiket dan Fasilitas
Harga Tiket Masuk:
- Tiket masuk: sekitar Rp7.500 per orang
- Parkir motor: Rp2.000
- Parkir mobil: Rp5.000
- Sewa delman: sekitar Rp30.000
- Sewa kuda dan ATV: biaya tambahan sesuai tarif pengelola setempat
Fasilitas yang tersedia:
✓ Area parkir luas ✓ Warung makan dengan menu khas Banyuwangi ✓ Penyewaan delman, kuda, dan ATV ✓ Spot foto di berbagai titik hutan
ℹ️ Harga bisa berubah sewaktu-waktu, selalu cek update terbaru sebelum berangkat.
Jam Operasional: Setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB.
Waktu Terbaik Berkunjung
Pagi hari (08.00-10.00): Cahaya matahari masih lembut dan menembus kanopi dengan indah, ideal untuk foto.
Musim kemarau: Jalur dan area hutan lebih kering, membuat perjalanan lebih nyaman.
Tips Berkunjung
- Datang pagi hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dan menghindari keramaian
- Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk berjalan mengelilingi hutan
- Siapkan kamera karena hampir setiap sudut De Djawatan instagramable
- Bawa uang tunai secukupnya untuk sewa delman, kuda, atau ATV
- Gunakan Google Maps atau aplikasi navigasi karena pintu masuknya cukup tersembunyi di gang kecil
Fakta Unik De Djawatan
Nama "Djawatan" berasal dari bahasa Jawa yang berarti hutan, dan kawasan ini awalnya dikelola sebagai tempat penimbunan kayu jati pada era kolonial Belanda. Kini, De Djawatan dikelola oleh Perhutani KPH Banyuwangi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, dan sempat menjadi lokasi konser musik kecil di waktu-waktu tertentu untuk menghibur pengunjung.
Kombinasi Wisata dengan Destinasi Lain
Karena letaknya yang strategis di jalur menuju kawasan selatan, De Djawatan sering jadi destinasi pembuka dalam banyak itinerary wisata Banyuwangi, seperti:
- Pantai Mustika — searah perjalanan menuju kawasan selatan
- Pulau Merah — kombinasi klasik dengan De Djawatan dalam satu hari perjalanan
- Taman Nasional Baluran — untuk paket 2 hari atau lebih
Kalau mau eksplor De Djawatan tanpa ribet atur rute sendiri, cek beberapa paket dari Sunrise of Java berikut:
- Open Trip 2D1N Opsi B (De Djawatan • Pantai Mustika • Pulau Merah • Kawah Ijen • TN Baluran)
- Open Trip 2D1N Opsi C (De Djawatan • Pantai Mustika • Pulau Merah • TN Baluran • Waduk Bajul Mati • Pantai Boom)
Lihat semua pilihan paket lainnya di halaman Paket Wisata Sunrise of Java.
FAQ
Q: Apakah De Djawatan cocok untuk anak-anak? A: Sangat cocok, medannya datar dan mudah dilalui, plus ada wahana tambahan seperti delman, kuda, dan ATV yang disukai anak-anak.
Q: Berapa lama waktu ideal untuk mengeksplor De Djawatan? A: Sekitar 1-2 jam sudah cukup untuk berkeliling dan berfoto di titik-titik utama hutan.
Q: Apakah De Djawatan buka setiap hari? A: Ya, buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Q: Kenapa De Djawatan disebut mirip Lord of the Rings? A: Karena bentuk kanopi pohon trembesi yang besar dan menjalar, dipadukan tanaman epifit dan pakis yang menempel di batangnya, menciptakan kesan hutan fantasi yang magis.
Q: Apakah ada biaya tambahan selain tiket masuk? A: Ada, seperti sewa delman, kuda, atau ATV yang sifatnya opsional tergantung minat pengunjung.
De Djawatan membuktikan bahwa suasana negeri dongeng ternyata bisa ditemukan di Banyuwangi, tanpa perlu jauh-jauh ke luar negeri. Dari pohon trembesi raksasa, cahaya matahari yang menembus kanopi, hingga berbagai wahana seru, semuanya menjadikan De Djawatan destinasi yang wajib disinggahi.
Siap menjelajahi hutan dongeng ini? Yuk rencanakan trip kamu ke De Djawatan! 🌳
Baca juga: