Nggak perlu terbang jauh ke Papua untuk lihat gugusan bukit hijau yang muncul dari tengah air biru — cukup datang ke Waduk Bajulmati, waduk di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo yang panoramanya sering disebut mirip Raja Ampat versi mini.
Selain berfungsi sebagai penampung air untuk irigasi dan pengendali banjir, Waduk Bajulmati kini juga jadi salah satu spot healing dan foto favorit wisatawan yang lewat jalur utara Banyuwangi menuju Baluran atau Situbondo.
Panorama "Raja Ampat" di Ujung Jawa
Waduk ini terbentuk dari bendungan Sungai Bajulmati, diapit oleh Gunung Baluran di satu sisi dan Pegunungan Ijen di sisi lain. Perbukitan hijau yang mengelilingi genangan air menciptakan gugusan pulau-pulau kecil di tengah waduk — pemandangan yang membuat banyak orang langsung teringat Raja Ampat, terutama saat musim hujan ketika bukit-bukitnya menghijau subur.
Yang bikin tempat ini spesial adalah:
Gugusan bukit hijau di tengah air — Formasi alami yang jadi daya tarik utama dan spot foto paling dicari.
Gardu pandang di atas bukit — Tempat terbaik menikmati keseluruhan panorama waduk dari ketinggian.
Suasana tenang dan sejuk — Jauh dari keramaian kota, cocok untuk healing sejenak.
Aktivitas Seru di Waduk Bajulmati
1. Naik ke Gardu Pandang
Dari titik pandang di atas bukit, kamu bisa melihat keseluruhan waduk dengan gugusan bukit hijaunya — spot terbaik untuk foto panorama.
2. Foto di Jembatan Waduk
Ada jembatan yang membentang di atas waduk dan jadi salah satu spot foto paling instagramable di kawasan ini.
3. Piknik dan Bersepeda
Suasana tenang dan udara sejuk pegunungan membuat Waduk Bajulmati cocok untuk piknik santai bersama keluarga, atau sekadar bersepeda menyusuri area sekitarnya.
4. Memancing
Bagi yang suka mancing, waduk ini juga sering dimanfaatkan warga sekitar dan wisatawan untuk memancing sambil menikmati suasana.
Akses dan Lokasi
Waduk Bajulmati berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo, tepatnya mencakup Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo (Banyuwangi) dan Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih (Situbondo).
Rute dari Banyuwangi: Sekitar 40 km atau 1 jam perjalanan ke arah utara, melewati jalur menuju Taman Nasional Baluran.
Lokasi: Perbatasan Watukebo, Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi dengan Wonorejo, Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Harga Tiket dan Fasilitas
Harga Tiket Masuk:
- Tiket masuk: sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang
- Parkir motor: Rp2.000–Rp10.000
- Parkir mobil: Rp5.000–Rp25.000
Fasilitas yang tersedia:
✓ Area parkir ✓ Gardu pandang/balai bengong ✓ Jembatan foto di atas waduk ✓ Patung Tari Gandrung sebagai spot foto budaya
ℹ️ Fasilitas masih cukup terbatas, disarankan membawa perbekalan pribadi. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.
Jam Operasional: Umumnya 06.00–18.00 WIB.
Waktu Terbaik Berkunjung
Pagi hari (07.00–09.00): Udara masih segar, cocok untuk foto dengan cahaya lembut.
Sore hari (menjelang 17.30): Waktu favorit untuk menikmati matahari terbenam di atas gugusan bukit waduk.
Musim hujan (November–Maret): Bukit-bukit di sekitar waduk tampak paling hijau, mendekati kesan Raja Ampat yang sesungguhnya.
Tips Berkunjung
Datang sore hari — Untuk menikmati sunset sekaligus suasana yang lebih syahdu.
Bawa kamera — Spot jembatan dan gardu pandang sayang dilewatkan.
Siapkan fisik untuk naik ke gardu pandang — Sedikit menanjak, tapi terbayar dengan pemandangannya.
Bawa bekal sendiri — Fasilitas warung masih terbatas di sekitar kawasan.
Kombinasikan dengan Baluran — Karena searah, sekalian mampir kalau menuju Taman Nasional Baluran.
Fakta Unik Waduk Bajulmati
Waduk ini mampu menampung hingga 10 juta meter kubik air, digunakan untuk mengairi sekitar 1.800 hektare lahan pertanian di Banyuwangi dan Situbondo.
Nama "Bajulmati" berasal dari bahasa Jawa: bajul (buaya) dan mati, merujuk pada legenda lokal buaya yang pernah ada di sungai ini.
Selain irigasi, waduk ini juga berpotensi sebagai pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas sekitar 0,34 MW.
Kombinasi Wisata dengan Destinasi Lain
Karena letaknya di jalur utara menuju Situbondo, Waduk Bajulmati sangat pas dipaketkan dengan:
- Taman Nasional Baluran — savana Africa van Java, searah dan berdekatan
- Pantai Boom Marina — searah perjalanan dari kota menuju utara
- Pulau Tabuhan & Bangsring Underwater — kombinasi wisata laut di jalur yang sama
Kalau mau eksplor kawasan utara Banyuwangi tanpa ribet atur rute sendiri, cek beberapa paket dari Sunrise of Java yang searah dengan Waduk Bajulmati:
- Open Trip 2D1N Opsi C — De Djawatan, Pantai Mustika, Pulau Merah, TN Baluran, Waduk Bajul Mati, Pantai Boom
- Jeep Trip Kawah Ijen & TN Baluran — Kawah Ijen, Kawah Wurung & Savana Bekol (SOJ Experience)
Lihat semua pilihan paket lainnya di halaman Paket Wisata Sunrise of Java.
FAQ
Q: Kenapa Waduk Bajulmati disebut Raja Ampat mini? A: Karena gugusan bukit hijau yang muncul dari tengah air menyerupai formasi pulau-pulau kecil khas Raja Ampat, meski dalam skala yang jauh lebih kecil.
Q: Berapa harga tiket masuk Waduk Bajulmati? A: Sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang, ditambah biaya parkir kendaraan.
Q: Apakah cocok untuk healing atau piknik keluarga? A: Sangat cocok, suasananya tenang dengan udara sejuk khas pegunungan.
Q: Musim apa yang terbaik untuk melihat panorama terbaik? A: Musim hujan (November–Maret), saat bukit-bukit di sekitar waduk paling hijau.
Q: Apakah dekat dengan Taman Nasional Baluran? A: Ya, keduanya searah dan sering dikunjungi dalam satu perjalanan yang sama.
Waduk Bajulmati membuktikan bahwa keindahan ala Raja Ampat ternyata bisa ditemukan di ujung timur Jawa. Cocok buat kamu yang ingin healing sejenak sambil berburu foto panorama bukit hijau di atas air biru.
Siap healing di "Raja Ampat mini"-nya Banyuwangi? Yuk rencanakan trip kamu ke Waduk Bajulmati! 🏞️
Baca juga: