Wisata Cokelat Glenmore

Doesoen Kakao

Doesoen Kakao adalah destinasi agrowisata cokelat di Glenmore, Banyuwangi, yang menawarkan pengalaman edukasi dari kebun hingga menjadi cokelat premium ekspor dunia. Di sini, pengunjung dapat melihat langsung proses budidaya kakao edel (fine cocoa) berkualitas terbaik, mulai dari pembibitan, panen, fermentasi, hingga pengolahan menjadi cokelat batangan dengan cita rasa khas. Suasana asri di perkebunan seluas 4 hektar, arsitektur bangunan kolonial Belanda yang masih terjaga, serta kesempatan mencicipi hot cokelat dan produk cokelat Glenmore menjadikannya destinasi wisata edukasi yang sempurna untuk keluarga dan pecinta kuliner.

Jika Banyuwangi identik dengan pesona gunung berapi dan pantainya, maka Doesoen Kakao menghadirkan wajah wisata yang unik sebagai surga cokelat di kaki perbukitan Glenmore. Berlokasi di kawasan perkebunan Kendeng Lembu seluas 1.500 hektar, tempat ini merupakan perpaduan sempurna antara agrowisata dan wisata edukasi yang menawarkan pengalaman belajar dari kebun hingga menjadi cokelat premium ekspor dunia .

Kakao Edel: Cokelat Terbaik Dunia

Doesoen Kakao dikenal sebagai penghasil kakao edel (fine cocoa), salah satu jenis kakao terbaik di dunia dengan biji berwarna putih yang unik. Ciri khasnya adalah kadar lemak rendah, cenderung asam buah-buahan seperti kismis, dengan after taste rasa madu yang legit. Kualitas inilah yang membuat cokelat Banyuwangi banyak diminati pasar internasional seperti Swiss, Prancis, dan Jepang .

Wisata Edukasi dari Kebun hingga Pabrik

Daya tarik utama Doesoen Kakao adalah program wisata edukasi dengan pemandu berpengalaman. Menggunakan shuttle car, pengunjung diajak berkeliling area perkebunan seluas 4 hektar yang dikhususkan untuk wisata, mempelajari proses dari pembibitan, perawatan, panen, fermentasi, pengeringan, hingga pengolahan biji kakao menjadi cokelat batangan . Tur diakhiri dengan mencicipi minuman hot cokelat dan cokelat batangan khas Glenmore .

Suasana Klasik Kolonial dan Fasilitas Modern

Area wisata ini mempertahankan arsitektur bangunan kuno peninggalan Belanda yang dulu digunakan sebagai rumah sinder, kini difungsikan sebagai Café Coklat yang nyaman. Suasana sejuk dengan suhu 20–27°C, gemercik air dari kolam pembibitan ikan, serta area food court yang menyajikan kuliner khas Banyuwangi menjadi pelengkap pengalaman . Selain itu, tersedia 12 kamar homestay mulai Rp250.000–Rp350.000 per malam bagi pengunjung yang ingin menginap .

Informasi Praktis

Lokasi utama: Kendenglembu, Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi .

Harga tiket: Parkir Rp5.000 (motor), Rp10.000 (mobil). Paket edukasi Rp25.000 (pelajar), Rp35.000 (umum), Rp55.000 (turis asing) .

Akses: Berjarak sekitar 61,6 km dari pusat kota, dapat ditempuh 1,5 jam melalui Jalur Lintas Selatan (Pansela). Stasiun terdekat adalah Stasiun Glenmore dengan jarak 20 menit .

Jam operasional: 08.00–17.00 WIB .

Waktu terbaik: Pagi hingga siang hari untuk mengikuti tur edukasi dengan nyaman. Musim kemarau menawarkan cuaca cerah dan pemandangan optimal.

Perlengkapan yang disarankan: Kamera, pakaian nyaman, topi, dan uang tunai.

Doesoen Kakao adalah destinasi agrowisata yang wajib masuk dalam itinerary wisata Banyuwangi. Perpaduan wisata edukasi, sejarah cokelat, arsitektur kolonial, dan suasana perkebunan yang sejuk menjadikannya pengalaman unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Cocok untuk wisata keluarga, pelajar, maupun pecinta kuliner yang ingin mencicipi cokelat kualitas ekspor langsung dari sumbernya.

FAQ

Menjadi penghasil kakao edel (fine cocoa) kualitas terbaik dunia dengan biji berwarna putih, cita rasa asam buah-buahan, dan after taste madu. Pengunjung bisa melihat langsung proses dari kebun hingga pengolahan menjadi cokelat premium ekspor ke berbagai negara.
Rp25.000 untuk pelajar, Rp35.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp55.000 untuk turis asing. Paket mencakup tur shuttle car, edukasi budidaya hingga pengolahan, minuman hot cokelat, cokelat batangan, dan sertifikat.
Pagi hingga siang hari agar dapat mengikuti tur edukasi dengan nyaman. Musim kemarau (Mei–Oktober) memberikan cuaca cerah dan pemandangan yang optimal.
Tersedia 12 kamar homestay mulai Rp250.000–Rp350.000 per malam, dengan bangunan bergaya kolonial Belanda yang masih mempertahankan arsitektur aslinya.
Tersedia produk cokelat batang merek Glencho dengan varian Dark dan Milk seharga sekitar Rp30.000 per 70 gram, serta berbagai produk olahan cokelat lainnya di toko souvenir.
Chat WhatsApp