Arsitektur Tionghoa Banyuwangi

Masjid Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi adalah masjid dengan arsitektur unik perpaduan gaya Tiongkok dan Arab yang diresmikan pada 26 November 2016. Berlokasi di Jalan Sutawijaya, masjid ini merupakan simbol harmoni dan toleransi antarmasyarakat multietnis di Banyuwangi. Atapnya yang bersusun lima dengan dominasi warna merah, kuning, dan hijau menjadikannya spot foto ikonik. Kompleks ini juga menjadi lokasi Pondok Pesantren Adz-Dzikra Muhammad Cheng Hoo, pesantren Cheng Hoo pertama di Indonesia, dengan luas lahan 2,5 hektar. Hanya 5 menit dari pusat kota, masjid ini menjadi destinasi wisata religi sekaligus bukti kerukunan umat beragama di Banyuwangi.

Di Banyuwangi, nama Laksamana Cheng Ho terutama dikenang melalui Masjid Muhammad Cheng Hoo, sebuah masjid yang berdiri sebagai bentuk penghormatan atas perannya dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara . Masjid ini merupakan salah satu ikon wisata religi yang unik di kota tersebut.

Simbol Kemajemukan dan Kerukunan

Keberadaan Masjid Muhammad Cheng Hoo bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol harmoni antarmasyarakat Banyuwangi yang multietnis . Banyuwangi sendiri merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang meraih "Harmony Award" atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama, karena dinilai mampu mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan mengelola perbedaan dengan bijak . Masjid ini berdiri sebagai bukti nyata bahwa perbedaan budaya dan agama dapat bersatu dalam harmoni.

Filosofi Warna dan Arsitektur

Setiap elemen arsitektur Masjid Cheng Hoo sarat akan makna filosofis. Warna merah melambangkan keberanian dan keberuntungan, kuning melambangkan keagungan dan kebahagiaan, serta hijau sebagai simbol kedamaian dan keseimbangan.

Atapnya yang terdiri dari lima tingkat dengan sudut langit-langit berbentuk persegi delapan juga mengandung filosofi mendalam. Bentuk persegi delapan melambangkan pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, sementara pola seperti sarang laba-laba terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad yang diselamatkan oleh laba-laba saat bersembunyi di Gua Tsur.

Fasilitas Lengkap untuk City Tour

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata. Terdapat lounge khusus bagi tamu yang sedang berhalangan, beduk raksasa seharga Rp72 juta yang dibeli dari perajin beduk di Kudus, serta area parkir yang luas dengan akses jalan mulus . Lokasinya yang strategis hanya lima menit dari pusat kota menjadikannya bagian dari paket city tourism Banyuwangi.

Pesantren Pertama Cheng Hoo di Indonesia

Keunikan lain dari Masjid Cheng Hoo Banyuwangi adalah keberadaan Pondok Pesantren Adz-Dzikra Muhammad Cheng Hoo, yang merupakan pesantren Cheng Hoo pertama di Indonesia . Area pondok pesantrennya sendiri mencapai 2 hektar, menjadikannya kompleks Masjid Cheng Hoo yang terbesar di Indonesia . Di dalam kompleks juga terdapat taman kanak-kanak dan tempat pendidikan Alquran.

Informasi Praktis Tambahan

Lokasi: Jalan Sutawijaya Nomor 186, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi.
Luas bangunan: 28 x 26 meter.
Luas lahan: 2,5 hektar.
Akses: Hanya 5 menit dari pusat Kota Banyuwangi, dekat dengan Terminal Wisata Terpadu di Kelurahan Sobo.

FAQ

Masjid ini terletak di Jalan Sutawijaya, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi.
Beliau adalah seorang pelaut Muslim asal Yunnan, Tiongkok, yang melakukan pelayaran besar antara tahun 1405 hingga 1433. Di sela-sela pelayarannya, ia menyebarkan agama Islam di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Arsitekturnya adalah perpaduan gaya Tiongkok dan Arab. Ciri khasnya adalah dominasi warna merah, kuning, dan hijau, serta atap lima tingkat yang menyerupai pagoda.
Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi diresmikan pada tanggal 26 November 2016.
Chat WhatsApp