Siapa sangka, rumah dinas seorang bupati bisa jadi destinasi wisata yang terbuka untuk umum? Itulah yang terjadi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, bangunan bersejarah di jantung Kota Banyuwangi yang usianya sudah lebih dari dua abad.
Berdiri sejak 1771, pendopo ini dulunya tertutup rapat bagi masyarakat umum. Namun sejak direvitalisasi, kompleks ini berubah jadi ruang publik yang terbuka, lengkap dengan taman asri, bangunan kolonial, dan cerita sejarah panjang tentang berdirinya Banyuwangi.
Saksi Sejarah Berdirinya Kabupaten Banyuwangi
Pendopo Sabha Swagata Blambangan dibangun pada masa pemerintahan Tumenggung Wiroguno I, bupati pertama Banyuwangi. Bangunan ini menjadi rumah dinas resmi para bupati sejak berdirinya Kabupaten Banyuwangi, dan hingga kini masih berfungsi sebagai kediaman bupati yang menjabat.
Yang bikin Pendopo Sabha Swagata Blambangan spesial adalah:
- Bangunan cagar budaya berusia lebih dari 250 tahun — saksi bisu berdirinya Kabupaten Banyuwangi
- Konsep green building modern — hasil revitalisasi yang memadukan arsitektur kolonial dengan desain ramah lingkungan
- Sumur Sritanjung yang legendaris — dipercaya berkaitan dengan asal-usul nama Banyuwangi
- Rumah adat Osing asli — replika yang jadi prototipe rumah masyarakat Banyuwangi
Aktivitas Seru di Pendopo Sabha Swagata Blambangan
1. Berkeliling Kompleks Bangunan Bersejarah
Wisatawan bisa mengelilingi kompleks seluas sekitar 2 hektare, mulai dari pendopo utama dengan empat pilar soko guru, rumah dinas bergaya kolonial, hingga guest house untuk tamu daerah.
2. Mengunjungi Sumur Sritanjung
Di bagian belakang kompleks, terdapat sumur legendaris yang konon terkait dengan kisah Dewi Sri Tanjung, asal-usul nama Banyuwangi yang berarti "air wangi".
3. Melihat Rumah Adat Osing
Terdapat replika rumah adat Suku Osing yang jadi contoh arsitektur tradisional masyarakat Banyuwangi, khususnya yang masih digunakan di desa-desa lereng Kawah Ijen.
4. Berfoto di Bangunan Ikonik
Tulisan besar "Sabha Swagata Blambangan" di depan bangunan pendopo utama jadi spot foto favorit wisatawan yang berkunjung.
5. Menikmati Taman dan Pepohonan Langka
Kompleks ini dipenuhi pepohonan besar seperti mangga, kelengkeng, sawo kecik, hingga pohon kepel langka yang merupakan hadiah dari Keraton Yogyakarta pada awal abad ke-19.
Akses dan Lokasi
Pendopo Sabha Swagata Blambangan berada tepat di jantung Kota Banyuwangi, berhadapan langsung dengan Taman Sritanjung. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota, menjadikannya destinasi yang cocok disinggahi saat city tour.
Lokasi: Jalan Sri Tanjung, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Harga Tiket dan Fasilitas
Harga Tiket Masuk:
- Tiket masuk: gratis, cukup mengisi buku tamu di pos penjagaan
- Kunjungan hanya dibuka saat tidak ada agenda kedinasan atau seremonial di kompleks pendopo
Fasilitas yang tersedia:
✓ Area parkir ✓ Taman terbuka dengan rumput luas dan rindang ✓ Petugas yang siap memandu keliling kompleks ✓ Spot foto di bangunan utama dan rumah adat Osing
ℹ️ Jadwal kunjungan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung agenda kedinasan, disarankan menghubungi pengelola sebelum berkunjung dalam rombongan besar.
Jam Operasional: Umumnya pagi hingga sore hari di hari kerja, mengikuti jadwal operasional rumah dinas.
Waktu Terbaik Berkunjung
Pagi hari: Suasana lebih teduh dan sejuk, ideal untuk berkeliling kompleks dengan nyaman.
Hari kerja (weekday): Peluang lebih besar untuk bisa masuk karena tidak berbenturan dengan acara resmi pemerintahan yang biasa digelar di akhir pekan atau hari besar.
Tips Berkunjung
- Hubungi atau cek informasi terlebih dahulu sebelum datang, terutama jika membawa rombongan besar
- Isi buku tamu di pos penjagaan sebagai bagian dari prosedur kunjungan
- Gunakan pakaian yang sopan mengingat statusnya sebagai rumah dinas resmi bupati
- Manfaatkan jasa pemandu dari petugas setempat untuk mendapat cerita sejarah yang lebih lengkap
- Kombinasikan kunjungan dengan Taman Sritanjung yang berada tepat di seberang pendopo
Fakta Unik Pendopo Sabha Swagata Blambangan
Nama "Sabha Swagata" berasal dari bahasa Sansekerta yang terpampang di bagian depan bangunan. Kompleks ini dulunya merupakan bagian dari sistem pemerintahan macapat, di mana Taman Sritanjung berfungsi sebagai alun-alun, pendopo sebagai pusat pemerintahan, Masjid Jami' sebagai tempat ibadah, penjara sebagai simbol keamanan, dan Pasar Banyuwangi sebagai pusat ekonomi, keempatnya mengelilingi lapangan dalam satu tata ruang kota kolonial yang khas.
Kombinasi Wisata dengan Destinasi Lain
Karena berada di pusat kota, Pendopo Sabha Swagata Blambangan sangat cocok dikombinasikan dengan destinasi city tour lainnya, seperti:
- Taman Sritanjung — taman kota yang berhadapan langsung dengan pendopo
- Alun-Alun Blambangan — tempat nongkrong favorit yang tidak jauh dari lokasi
- Pantai Boom — penutup perjalanan city tour dengan suasana sunset di pesisir kota
Kalau mau eksplor sisi sejarah dan budaya Kota Banyuwangi tanpa ribet atur rute sendiri, cek pilihan paket dari Sunrise of Java berikut:
Lihat semua pilihan paket lainnya di halaman Paket Wisata Sunrise of Java.
FAQ
Q: Apakah Pendopo Sabha Swagata Blambangan buka setiap hari? A: Kunjungan hanya dibuka saat tidak ada agenda kedinasan atau seremonial, sehingga disarankan mengecek informasi terlebih dahulu sebelum datang.
Q: Apakah tiket masuknya berbayar? A: Tidak, kunjungan gratis dan wisatawan hanya perlu mengisi buku tamu di pos penjagaan.
Q: Apa yang membuat Pendopo ini spesial dibanding bangunan pemerintahan lain? A: Statusnya sebagai bangunan cagar budaya berusia lebih dari 250 tahun yang masih berfungsi sebagai rumah dinas aktif, sekaligus terbuka untuk kunjungan wisata.
Q: Apakah cocok untuk wisata edukasi anak sekolah? A: Sangat cocok, karena menyimpan banyak nilai sejarah tentang asal-usul Banyuwangi dan sistem pemerintahan kolonial di masa lalu.
Q: Apakah ada pemandu yang menjelaskan sejarahnya? A: Ada, petugas setempat biasanya bersedia memandu dan menjelaskan detail bangunan serta sejarahnya kepada pengunjung.
Pendopo Sabha Swagata Blambangan membuktikan bahwa Banyuwangi tidak hanya kaya akan destinasi alam, tetapi juga warisan sejarah yang masih terjaga hingga kini. Dari bangunan kolonial yang megah, sumur legendaris, hingga rumah adat Osing, semuanya menjadikan pendopo ini destinasi wisata sejarah yang layak disinggahi.
Siap menyusuri jejak sejarah Bumi Blambangan? Yuk rencanakan trip kamu ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan! 🏛️
Baca juga: