Pernah bertanya-tanya kenapa kota ini dinamai "Banyuwangi"? Jawabannya tersimpan di sebuah taman kecil di jantung kota, tempat legenda cinta dan kesetiaan seorang wanita bernama Sritanjung berakhir tragis, namun justru melahirkan nama harum bagi Bumi Blambangan hingga hari ini.
Taman Sritanjung bukan sekadar ruang terbuka hijau biasa. Di baliknya, tersimpan kisah rakyat yang begitu melekat dengan identitas Banyuwangi, menjadikan taman ini destinasi yang memadukan rekreasi santai dengan wisata sejarah yang sarat makna.
Legenda Sritanjung, Asal Mula Nama "Banyu" dan "Wangi"
Menurut legenda turun-temurun, Sritanjung adalah istri seorang patih bernama Sidopekso yang terkenal karena kesetiaannya. Ketika Raja Sulahkromo jatuh cinta pada Sritanjung dan memerintahkan Sidopekso pergi jauh dari istana, muncul fitnah yang membuat Sidopekso murka dan membunuh istrinya sendiri di dekat sebuah sumber mata air. Saat jasad Sritanjung tenggelam, semerbak bau wangi keluar dari air tersebut, membuktikan kesuciannya. Dari peristiwa itulah lahir nama "Banyuwangi", gabungan kata "banyu" yang berarti air dan "wangi" yang berarti harum.
Yang bikin Taman Sritanjung spesial adalah:
- Situs asal-usul nama Banyuwangi — legenda yang jadi identitas kota sejak berabad-abad lalu
- Berhadapan langsung dengan Pendopo Sabha Swagata Blambangan — satu kawasan bersejarah yang saling terhubung
- Suasana asri di tengah kota — ruang terbuka hijau favorit warga lokal
- Sumur Sritanjung yang legendaris — dipercaya airnya tak pernah surut sepanjang tahun
Aktivitas Seru di Taman Sritanjung
1. Bersantai di Ruang Terbuka Hijau
Taman ini jadi tempat favorit warga lokal untuk bersantai, jogging pagi, atau sekadar duduk menikmati suasana kota yang lebih tenang di tengah kesibukan.
2. Belajar Sejarah Lewat Cerita Rakyat
Wisatawan bisa menggali lebih dalam kisah Sritanjung dan Sidopekso yang jadi cikal bakal nama Banyuwangi, salah satu legenda paling dikenal di kalangan masyarakat Osing.
3. Mengunjungi Sumur Sritanjung
Tak jauh dari taman, terdapat sumur legendaris yang dipercaya sebagai lokasi peristiwa dalam legenda, dengan air yang menurut kepercayaan warga tak pernah surut meski musim kemarau.
4. Berfoto dengan Latar Landmark Kota
Taman ini kerap jadi latar foto ikonik dengan tulisan besar bertuliskan nama taman, dipadukan suasana kota yang asri di sekelilingnya.
Akses dan Lokasi
Taman Sritanjung berada tepat di jantung Kota Banyuwangi, berhadapan langsung dengan Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.
Lokasi: Kelurahan Penganjuran/Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Harga Tiket dan Fasilitas
Harga Tiket Masuk:
- Tiket masuk: gratis, taman ini merupakan ruang publik terbuka
Fasilitas yang tersedia:
✓ Area terbuka hijau dengan rumput luas ✓ Jalur pejalan kaki dan area jogging ✓ Spot foto ikonik dengan nama taman ✓ Akses dekat dengan Sumur Sritanjung dan Pendopo
ℹ️ Sebagai ruang publik, taman ini bisa dikunjungi kapan saja, namun kondisi bisa berubah sewaktu-waktu jika ada agenda kota tertentu.
Jam Operasional: Buka 24 jam sebagai ruang publik kota, meski waktu terbaik berkunjung tetap pagi hingga sore hari.
Waktu Terbaik Berkunjung
Pagi hari: Suasana lebih segar dan teduh, ideal untuk jogging atau jalan santai sebelum memulai city tour.
Sore hari: Cocok untuk bersantai sambil menikmati suasana kota yang mulai teduh menjelang malam.
Tips Berkunjung
- Kombinasikan kunjungan dengan Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang berhadapan langsung dengan taman
- Cari tahu lebih dulu kisah legenda Sritanjung agar kunjungan terasa lebih bermakna
- Datang pagi atau sore hari untuk suasana yang lebih nyaman, mengingat siang hari cukup terik
- Hormati nilai sejarah dan kepercayaan lokal seputar Sumur Sritanjung di sekitar kawasan
- Jadikan taman ini titik awal atau akhir city tour karena lokasinya strategis di pusat kota
Fakta Unik Taman Sritanjung
Menariknya, terdapat dua lokasi yang sama-sama diklaim sebagai Sumur Sritanjung: satu berada di dalam kompleks Pendopo, dan satu lagi berada di rumah warga di Jalan Sidopekso, tak jauh dari belakang Pendopo. Konon, aliran air dari sumur di dalam Pendopo bisa mengalir hingga ke Taman Sritanjung, menegaskan keterkaitan erat antara ketiga lokasi bersejarah ini. Legenda Sritanjung sendiri begitu melekat dengan budaya Osing, hingga para pemeran cerita ini dalam pertunjukan seni seperti Banyuwangi Ethno Carnival kerap berziarah ke sumur tersebut sebelum tampil.
Kombinasi Wisata dengan Destinasi Lain
Karena berada di pusat kota, Taman Sritanjung sangat cocok dikombinasikan dengan destinasi city tour lainnya, seperti:
- Pendopo Sabha Swagata Blambangan — berhadapan langsung, satu kawasan bersejarah yang saling terhubung
- Museum Blambangan — untuk melengkapi wawasan sejarah Kerajaan Blambangan
- Alun-Alun Blambangan — ruang publik lain yang tidak jauh dari lokasi
Kalau mau eksplor sisi sejarah dan legenda Kota Banyuwangi tanpa ribet atur rute sendiri, cek pilihan paket dari Sunrise of Java di halaman Paket Wisata Sunrise of Java.
FAQ
Q: Apakah Taman Sritanjung berbayar? A: Tidak, taman ini merupakan ruang publik terbuka yang bisa dikunjungi gratis kapan saja.
Q: Apa hubungan taman ini dengan nama Banyuwangi? A: Menurut legenda, kata "Banyuwangi" berasal dari peristiwa wafatnya Sritanjung di sebuah sumber mata air yang mengeluarkan aroma wangi, lokasi yang dipercaya berkaitan erat dengan kawasan taman ini.
Q: Apakah bisa mengunjungi Sumur Sritanjung dari taman ini? A: Bisa, sumur legendaris ini berada tidak jauh dari taman, di sekitar kompleks Pendopo Sabha Swagata Blambangan.
Q: Apakah cocok untuk wisata edukasi anak sekolah? A: Sangat cocok, taman ini bisa jadi sarana mengenalkan legenda dan sejarah asal-usul nama Banyuwangi kepada generasi muda.
Q: Kapan waktu terbaik berkunjung? A: Pagi atau sore hari, saat suasana lebih teduh dan nyaman untuk bersantai maupun berjalan-jalan santai.
Taman Sritanjung membuktikan bahwa sebuah nama kota bisa menyimpan kisah cinta dan kesetiaan yang begitu dalam. Dari legenda yang melahirkan nama Banyuwangi, suasana taman yang asri, hingga kedekatannya dengan situs bersejarah lain, semuanya menjadikan taman ini destinasi kecil namun penuh makna untuk disinggahi saat menjelajahi jantung Kota Sunrise of Java.
Siap menelusuri jejak legenda asal-usul Banyuwangi? Yuk rencanakan trip kamu ke Taman Sritanjung! 🌿
Baca juga: